Sunat Laser

Tentang SUNAT LASER

MANFAAT LASER

Berikut beberapa manfaat laser bagi anak-anak:


1. Menghapus Kelainan Tanda Lahir

Tanda lahir yang dimaksud antara lain hemangioma atau bercak merah pada kulit yang disebabkan pembesaran pembuluh darah. Hemangioma merupakan kelainan bawaan yang umumnya melebar dan tampak menimbul di permukaan kulit. Secara medis biasanya tidak terlalu berbahaya, tapi dari sisi kosmetik, hemangioma terutama yang terjadi di bagian tubuh yang terlihat, seperti wajah dan tangan, akan sangat mengganggu penampilan. Dikhawatirkan anak akan merasa rendah diri karena hemangioma ini. Namun, sebelum akhirnya dilakukan tindakan laser, akan ada observasi selama beberapa tahun. Alasannya, hemangioma bisa mengecil dengan sendirinya sehingga tidak perlu dilakukan tindakan medis apa pun, termasuk tindakan pelaseran. Namun ada pula yang menetap dan bahkan malah membesar. Nah, observasi diperlukan untuk memastikan perkembangan kelainan tanda lahir tersebut. Bila ternyata menetap atau membesar, tindakan laser akan dilakukan ketika usia anak 7 tahun. Angka ini bukan patokan yang pasti, tapi di usia ini umumnya hemangioma sudah bisa dilihat lebih jelas apakah tumbuh membesar, menetap, atau mengecil.

2. Khitan/Sirkumsisi

Saat ini sirkumisi dapat dilakukan dengan sinar laser (tepatnya laser CO2). Kelebihan- nya, proses operasi lebih cepat, perdarahan tidak ada atau sangat sedikit, penyembuhan cepat, rasa sakit setelah operasi minimal, aman, dan hasil secara estetik lebih baik. Proses khitan dengan memanfaatkan sinar laser biasanya hanya membutuhkan waktu 10-15 menit.

3. Mata Sinar laser bisa digunakan untuk melakukan koreksi pada mata minus, salah satunya dengan cara operasi lasik. Namun sama dengan yang lainnya, tindakan laser untuk koreksi mata minus hanya dilakukan dalam keadaan mendesak. Bila koreksi masih dapat ditunda maka sebaiknya dilakukan saat anak sudah tumbuh remaja bahkan dewasa. Pertimbangannya, penambahan minus selama masa kanak-kanak masih akan terus berlangsung. Dengan begitu, koreksi yang terlalu dini tidak akan menyelesaikan masalah karena kemungkinan anak masih memerlukan penanganan kembali kelak.

4. Pembengkakan Jaringan Lunak

Laser pun bisa digunakan untuk mengatasi pembengkakan atau meminimalkan jaringan lunak pada hidung atau telinga anak. Misalnya, pembengkakan pada hidung akibat sinusitis. Penggunaannya bisa sangat efektif karena kesembuhan setelah operasi bisa berlangsung lebih cepat.

5. Mengeringkan Tambalan Gigi

Agar tambalan gigi lebih kuat dan awet maka tambalan harus cepat kering. Untuk mempercepatnya, dokter biasanya akan menggunakan sinar laser. Aplikasi ini baik bila dilakukan pada anak 8-12 tahun atau ketika gigi tetap harus ditambal. Gigi tetap akan digunakan hingga si anak dewasa. Oleh karena itu, bila berlubang harus ditambal dengan baik karena tidak ada gantinya.

6. Tumor

Tindakan laser umumnya juga digunakan dalam pengangkatan tumor jinak, seperti untuk menghilangkan bintil-bintil pada kulit. Namun, kasus seperti ini sangat jarang terjadi pada anak. Kalaupun bintil-bintil timbul pada usia belia, tindakan penyinaran tetap akan ditunda, kecuali bila penyakit yang diderita anak sudah begitu membahayakan. Umpamanya, mengidap tumor ganas yang dapat membawa risiko kematian. "Itu pun kalau orang tua memilih operasi dengan sinar laser. Soalnya dengan tindakan pembedahan pun bisa saja pengangkatan tumor dilakukan.

KELEBIHAN LASER

Berdasarkan keterangan Nora, inilah beberapa kelebihan teknologi laser dalam dunia kedokteran:

* Lebih Efektif

Laser dapat mengobati kelainan-kelainan yang tidak mungkin dilakukan oleh tindakan operasi, misalnya mengatasi hemangioma yang cukup lebar. Operasi dengan pisau bedah akan merusak jaringan yang cukup luas sehingga menyulitkan dokter untuk menjahitnya kembali. Dengan tindakan laser, hal itu dapat dihindari karena jaringan pembuluh darah yang dirusak hanyalah bagian-bagian yang tidak diinginkan atau tanpa menciutkan dan merusak jaringan serta pembuluh darah lain. "Jadi penanganannya lebih fokus karena hanya mengenai target yang diinginkan," tandas Nora.

* Lebih Cepat Normal

Meski tindakan laser memungkinkan terjadinya kerusakan pada jaringan lain, tetapi kerusakan pascalaser atau bekas lukanya bisa diminimalkan. Sementara tindakan pembedahan umumnya akan mengakibatkan kerusakan lebih luas yang akan memperlambat proses penyembuhan.

KEKURANGAN LASER

Meskipun ada kelebihannya, laser pun memiliki kekurangan:

  • Penyinaran dengan laser biasanya tidak bisa dilakukan hanya sekali melainkan berulang kali. Padahal biaya untuk sekali penyinaran relatif mahal. Penentuan jumlah tindakan ini sifatnya sangat individual tergantung pada jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Hal ini baru diketahui setelah dilakukan observasi.
  • Efek samping penggunaan laser yang sering dilaporkan adalah munculnya rasa panas setelah dilakukan penyinaran. Hal ini disebabkan karena paparan sinar laser yang terserap ke jaringan tubuh akan diubah menjadi energi panas sehingga timbul perasaan panas. Namun, hal ini bisa diatasi dengan keakuratan penyinaran. Untuk itulah penyinaran laser harus dilakukan oleh ahli terlatih. Misalnya oleh dokter yang memang sudah mendalami penggunaan teknologi laser. "Penggunaan laser harus sesuai dengan jenis kelainan, kekuatan laser, dan lama pajanannya. Bila keliru maka efek samping bisa saja muncul," tambah Nora.
  • Tindakan laser membutuhkan syarat tertentu. Misalnya, di ruang penyinaran sebaiknya tidak terdapat alkohol dan produk lain yang mengandung alkohol seperti hair spray, minyak wangi, antiseptik, atau lainnya. Untuk itu baik dokter, pasien, maupun orang tua pasien, sebaiknya bersih dari bahan-bahan tersebut. Bila sinar laser ini memantul, tak mustahil akan membakar benda atau bagian-bagian yang mengandung alkohol.


BILA ANAK HARUS SEGERA DISUNAT
Tak usah takut, Bu-Pak, toh, sunat aman bagi anak bayi sekalipun. Yang penting, justru perawatan sesudahnya agar tidak timbul infeksi.

"Anak saya lubang penisnya kecil sekali, sehingga dia selalu menangis kesakitan setiap kali mau kencing. Kata dokter anak saya, dia harus segera disunat. Tapi, saya masih ragu, apa benar disunat merupakan satu-satunya jalan untuk menyembuhkan kelainannya sementara dia masih kecil. Menurut Anda bagaimana, Dok?" tanya Ibu Tine, yang melakukan konsultasi untuk mencari second opinion tentang kasus anaknya.
"Sunat memang harus segera dilakukan bila ditemukan kelainan pada organ kelamin anak, walaupun si anak masih berusia balita," terang dr. Supriadi Handoko, spesialis bedah umum RS Internasional Bintaro.
Sunat bertujuan untuk menjaga agar glans atau kepala penis serta lehernya tetap terjaga bersih. "Sunat dikatakan baik dan bersih bila glans penis tidak lagi tertutup preputium, yaitu kulit yang menutupi kepala penis," jelas Supri.
KELAINAN FIMOSIS
Kasus paling banyak yang mengharuskan anak segera disunat adalah kelainan fimosis; keadaan dimana didapatkan konstriksi/penyempitan dari ujung kulit depan (foreskin) penis. "Jadi bukan penisnya yang tidak berlubang, melainkan ada kulit yang menutup kepala penis."
Fimosis bisa ditemukan karena faktor kongenital (bawaan sejak lahir). Atau bisa juga akibat peradangan berulang pada kulit depan penis.
Gejalanya diperlihatkan dengan anak sulit buang air kecil. Umumnya anak dengan kelainan fimosis sering mengejan saat akan kencing karena air kencing harus melalui saluran yang sempit. Kemudian pada bagian belakang kepala penis tampak menggembung karena aliran yang tidak lancar tersebut. "Kondisi ini mengakibatkan anak kesakitan luar biasa."
Orang tualah yang harus bisa "membaca" segala gejala yang ditimbulkan. Terlebih pada anak balita yang masih sulit mengungkapkan rasa sakit yang sesungguhnya diderita. Terkadang, kan, terjadi salah paham. Bisa jadi anak sudah memberi tahu tapi orang tua enggak mengerti maksudnya. "Bila orang tua tanggap, sejak bayi pun kelainan ini sudah bisa diketahui."
Langkah terbaik, saat orang tua mencurigai ada sesuatu dengan penis si anak, segera konsultasi dengan dokter. Semakin dini pemeriksaan dilakukan, semakin cepat bisa ditangani ahlinya. Umumnya, untuk mengembalikan fungsi kencing anak, akan dilakukan tindakan operasi. "Dampaknya, besar sekali, lo, bagi perkembangannya. Anak tidak akan kesakitan lagi, sehingga ia bisa bermain-main seperti yang lain."
BISA INFEKSI
Bila tidak segera ditangani, fimosis dapat mengakibatkan infeksi saluran kencing, balanitis (infeksi pada glans penis), atau balanoposthitis (infeksi pada glans penis serta preputium. Gejala yang tampak pada balanitis, tambahnya, yaitu glans penis tampak membengkak dan meradang, jika kencing disertai rasa sakit.
Tapi, perlu diingat, sunat sama sekali tidak mempengaruhi alat reproduksi anak kelak. "Karena alat reproduksi dan penis mempunyai fungsi berbeda, kok." Jadi, salah besar kalau ada mitos yang menyebutkan bila anak disunat terlalu dini akan mengganggu fungsi reproduksinya. Ingat itu, ya, Bu-Pak.
CARA MENYUNAT
Lantas, bagaimana sunat dilakukan? Cara paling aman dengan membebaskan perlengketan antara preputium dengan glans penis. Selanjutnya kulit yang berlebih ini dipotong melingkar sejajar dengan dasar dari glans penis. Kemudian perdarahan dihentikan dan kulit luar serta dalam dilekatkan kembali lewat penjahitan. Berdasarkan caranya yang demikian, di kalangan medis sunat dikenal dengan istilah sirkumsisi.
Efek samping sunat antara lain perdarahan, infeksi, hematom atau pembengkakan. Apabila preputium dan glans penis tidak dibebaskan terlebih dulu dari perlengketan, maka glans penis dapat ikut terpotong.
Untuk mengurangi nyeri, sunat dilakukan dengan pembiusan. Ada dua cara pembiusan, bius lokal dan total. Pada bius lokal, anak merasakan sakit sekitar 1 jam setelah suntikan diberikan; efek obat bius tersebut hilang.
Sedangkan bius total anak akan merasakan sakit setelah dia tersadar. "Biasanya dokter sudah mengantisipasi dengan memberikan obat anti sakit lewat dubur sebelum dia tersadar."
Sunat baru bisa dilakukan bila anak dalam keadaan sehat; tidak batuk, pilek, atau demam. Beberapa jam sebelum sunat, anak harus puasa terlebih dulu karena akan diberikan obat bius. Sebagai prosedur awal, anak melakukan pemeriksaan darah rutin di laboratorium.
ANAK BISA REWEL
Wajar bila kemudian anak rewel saat akan disunat. Yang penting Bapak-Ibu jangan senewen, tapi tetap tenang dalam menghadapi si kecil. "Toh, rewelnya bukan karena sakit, kok, Bu. Lebih karena perasaan kurang nyaman setelah pembiusan dan berada di tempat yang asing dan berbeda dengan suasana rumah." Karena itu, Bapak-Ibu dan seluruh keluarga harus mendukung si kecil dengan banyak menghiburnya.
Pada anak yang sudah dapat diajak berkomunikasi, misalnya, Dina usia 4-5 tahun, beri tahu proses sunat tidak menyakitkan. "Bisa dengan mengatakan padanya, 'kamu hanya mengisap udara dalam sungkup, tidur dan waktu bangun ternyata sunat sudah selesai. Enggak sakit dan cuma sebentar, kok,'" tutur Supriadi memberi contoh.
Pada keadaan normal, proses penyembuhan sunat berlangsung antara 5-7 hari. Malah, ada juga yang baru tiga hari sudah kering. Hal ini bisa terjadi asalkan perawatan sesudah sunat benar-benar dilakukan. Misal, orang tua benar-benar menjaga agar lukanya makin lama makin kering, jangan justru malah basah kembali agar terhindar dari infeksi.
Nah, untuk menjaga supaya tidak timbul infeksi setelah sunat, maka di daerah jahitan dibalut dengan kasa steril yang dibubuhi antiseptik. Bila balutan sedikit kena air kencing, biasanya tidak apa-apa. Sesudah anak kencing, kepala penis dapat dibersihkan secara pelan-pelan dan hati-hati dengan kasa basah.
Nah, selama perawatan dilakukan dengan benar, tak lama lagi Ibu-Bapak akan segera melihatnya bermain-main kembali bersama teman-temannya.

CEGAH INFEKSI

Kebiasaan yang berlaku di masyarakat kita sesudah sunat anak dimandikan dengan air dicampur garam. Tujuannya agar cepat sembuh. "Enggak masalah, kok. Tapi yang terpenting, tetap usahakan organ yang disunat tetap kering. Gantilah segera perban yang basah dengan yang kering," tutur dr. Jose.
Perawatan dan kebersihan sesudah sunat mutlak dilakukan agar tidak terjadi infeksi. "Bila infeksi justru akan lama sembuhnya."

PRODUKSI SMEGMA

Pada kondisi normal, di ujung alat kelamin anak terdapat bagian kulup yang mengandung smegma, zat berlemak yang diproduksi kepala penis dan kulup. "Bagian tersebut harus dibersihkan secara teratur, karena zat tersebut akan diproduksi terus. Bila tidak dibersihkan, kotorannya akan menumpuk dan bisa menimbulkan infeksi," terang dr. Jose RL. Batubara, MD dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Caranya, dengan menarik sedikit bagian kulup hingga kepala penis keluar. Kemudian bersihkan bagian dalamnya secara perlahan dengan air dan kapas.

SUNAT NORMAL

Pada keadaan normal tanpa indikasi, sunat bisa dilakukan bila anak sudah memiliki keberanian dan keinginan sendiri. Biasanya, sih, antara umur 8-11 tahun. Alasannya, di usia ini kulit penis anak masih lunak sehingga mudah disayat. "Disamping itu, anak-anak tidak mudah berereksi, sehingga tidak menyulitkan proses sunat karena tidak ada pembuluh yang melebar," jelas dr. Supriadi.
Kecuali itu, di usia ini anak sudah mulai bisa diajak berkomunikasi tentang pentingnya sunat. "Orang tua pun bisa menjelaskan dan memberi pengertian pada si anak."

JANGAN BANYAK BERGERAK

Pada hari pertama, saran dr. Supriadi jangan biarkan anak berlari-lari atau bergerak terlalu aktif. Beri anak pengertian, untuk sementara waktu ia hanya boleh duduk atau berbaring.
Kadang-kadang yang membuat tidak nyaman sewaktu pembuluh darah anak kolaps. Setelah anak aktif kembali, pembuluh darah yang tadinya kolaps bisa mengembang lagi. "Karena sekitar organ kelamin terdapat pembuluh-pembuluh darah halus yang pada proses sunatnya tak berdarah, namun sewaktu-waktu bisa berkembang dan terjadi perdarahan bila si anak enggak bisa diam."

PRINSIP SAMA

Sunat dengan cara apapun, jelas dr. Supriadi, sebenarnya sama saja, baik operasi biasa, sinar laser atau tradisional bertujuan sama. "Maksudnya membuat agar kepala penis tidak lagi tertutup preputium."
Cara kerja sunat sinar laser yaitu memotong kulit dengan sinar terfokus tanpa alat menempel ke kulit tersebut. Sedangkan cara tradisional dapat saja dilakukan sejauh tindakan tersebut dilakukan dengan alat-alat steril, pencegahan infeksi dan kontrol perdarahan dengan baik.
Orang tua bebas memilih cara yang menurutnya baik. "Yang jelas, pastikan dahulu, alat-alat yang akan dipakai dalam proses penyunatan itu steril."

 

Sahabat Keluarga Anda